Categories: Berita

by hafizh

Share

Categories: Berita

by hafizh

Share

Mengatur keuangan dapat dibilang gampang-gampang susah. Apalagi kita sudah memiliki usaha, meski tekad anda harus cukup kuat terkait keuangan. Seringkali kita memiliki usaha kecil dan menengah memulai usahanya dengan modal pribadi. Dan yang menjadi masalah adalah banyak pelaku usaha pemula ketika menjalankan bisnisnya merasa bahwa untuk memisahkan uang pribadi dan usahanya adalah perkara yang cukup rumit.

Padahal dengan tanpa perencanaan dan pemisahan keuangan maka risiko keuangan akan mengancam usaha anda. Jika anda tidak mampu memisahkannya, anda tidak akan melihat seberapa menguntungkan usaha anda. Anda juga berkemungkinan menggunakan dana usaha untuk kebutuhan pribadi sehingga usaha anda tidak akan berkembang.

Dengan cara memisahkan antara keuangan pribadi dan usaha, laporan keuangan akan jauh lebih tertata rapi. Tentunya akan berdampak baik untuk menjaga kestabilan ekonomi, memantau keuangan usaha, dan menghindari dari resiko terpakainya uang usaha untuk keperluan pribadi ataupun sebaliknya.

Setelah anda mengetahui pentingnya, ada bebarapa manfaat dari pemisahan keuangan diantaranya dapat meningkatkan profesionalitas sebagai pelaku usaha, laporan keuangan lebih tertata, menghindari resiko keuangan yang rancu dan berantakan, serta dapat mengantisipasi kebangkrutan.

Cara Memisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha
1. Gunakan Rekening Berbeda
Dalam skala bisnis besar maupun kecil jangan pernah mencampur keuangan pribadi dan usaha anda ke dalam satu rekening. Anda harus memiliki rekening tersendiri untuk keuangan pribadi dan rekening untuk keuangan usaha.

Dengan membuka rekening khusus untuk usaha yang akan anda gunakan untuk keperluan keuangan bisnis. Dengan rekening khusus usaha anda dapat memantau arus keuangan usaha. Anda dapat menaksir keuntungan atau kerugian yang anda peroleh, dan mengetahui dengan pasti apakah kondisi keuangan usaha baik-baik saja atau tidak.

2. Disiplin Terhadap Diri Sendiri
Walaupun sudah memilah keuangan dengan menggunakan rekening yang berbeda, anda juga harus disiplin terhadap diri sendiri. Tidak dapat dipungkiri bahwa menggunakan uang modal usaha untuk keperluan pribadi memang sangat menggiurkan.

Akan tetapi, anda harus paham bahwa melakukan hal tersebut akan mengakibatkan kesusahan bagi diri sendiri dan usaha di kemudian hari.

Uang usaha sebaiknya dipakai untuk perputaran bisnis. Jika anda memakainya untuk keperluan pribadi dan tidak dapat mengembalikannya, perkembangan usaha akan terhambat dan pada akhirnya berujung kebangkrutan.

3. Lakukan Evaluasi
Melakukan evaluasi akan membantu keberhasilan dalam memisahkan keuangan. Evaluasi keuangan dapat dilakukan minimal setiap seminggu sekali, bulanan, atau bahkan tahunan.

Tinjaulah kembali dalam segala kegiatan yang sudah terjadi dalam kurun waktu tertentu. Apakah kegiatan anda membantu meningkatkan produksi usaha? Lalu apakah sudah dapat mencapai target? Apakah omset usaha anda naik, atau bahkan malah turun karenanya?

Evaluasi selain dapat memantau arus keuangan, juga akan membantu anda menemukan solusi terkait apa langkah selanjutnya yang harus anda ambil.

 

Pengusaha yang sukses harus bijak dalam mengelola keuangan, Serta memisahkan keuangan pribadi dan usaha adalah salah satu cara agar bisnis berjalan lancar tanpa kendala terkait keuangan.

STAY IN THE LOOP

Subscribe to our free newsletter.

Don’t have an account yet? Get started with a 12-day free trial

Leave A Comment

Related Posts

  • NGANJUK – Suasana hari Minggu (9/8/2026) pagi terasa sejuk. Semilir angin tipis yang berembus, menambah sejuknya udara yang terhirup. Sejuknya udara pagi itu, menjadi lecutan semangat. Terutama bagi seluruh pegawai Bank Anjuk Ladang, yang saat itu melaksanakan kegiatan kerja bakti bersama-sama. Kegiatan tersebut adalah tindak lanjut dari Surat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nganjuk No: 600.4/1164/411.000/2026

  • NGANJUK – PT BPR Anjuk Ladang Perseroda menerima piagam penghargaan dari Ikatan Jurnalis TV Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda) Mojopahit – Kelompok Kerja (Pokja) Nganjuk. Piagam tersebut diserahkan bertepatan peringatan HUT ke 28 IJTI, Minggu (9/8/2026). Penyerahan penghargaan berlangsung di kantor sekretariat IJTI Nganjuk. Organisasi profesi jurnalis TV tersebut menyerahkan apresiasi kepada Bank Anjuk Ladang

  • NGANJUK – PT BPR Anjuk Ladang Perseroda turut serta mendukung dan menyemarakkan peringatan HUT ke 28 Ikatan Jurnalis TV Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda) Majapahit – Kelompok Kerja (Pokja) Nganjuk. Dukungan itu diwujudkan dalam bentuk peminjaman sejumlah tenda kerucut pada acara peringatan HUT IJTI, Minggu (2/8/2026). Tenda kerucut dengan tulisan dan logo Bank Anjuk Ladang

  • NGANJUK – ‘Hemat Pangkal Kaya’. Peribahasa itu masih sangat relevan hingga saat ini. Siapa yang berhemat, maka akan merasakan nikmatnya hasil ketika sudah cukup terkumpul. Dengan semangat tersebut, PT BPR Anjuk Ladang Perseroda intens mengajak masyarakat rajin menabung. Terutama bagi para siswa-siswi usia sekolah agar tidak boros dengan uang sakunya. Salah satu produk jasa keuangan