Categories: Artikel, Berita

by hafizh

Share

Categories: Artikel, Berita

by hafizh

Share

Penulis : Nur Kamdani

Dalam banyak organisasi, keberhasilan seorang pemimpin sering diukur dari berbagai indikator yang tampak di permukaan: target tercapai, kinerja meningkat, atau organisasi berkembang lebih besar dari sebelumnya.

Semua itu tentu penting. Namun ada satu ukuran keberhasilan yang sering kali terlupakan, yakni apakah seorang pemimpin mampu menyiapkan penerus yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan.

Seorang pemimpin sejati tidak hanya berpikir tentang hari ini. Ia berpikir tentang masa depan organisasi, bahkan ketika dirinya kelak sudah tidak lagi berada di posisi tersebut.

Ia menyadari bahwa kepemimpinan bukanlah tentang mempertahankan kursi selama mungkin. Tetapi tentang memastikan organisasi tetap berjalan dengan baik ketika kursi itu harus diserahkan kepada orang lain.

Di sinilah letak warisan terbesar seorang pemimpin: bukan pada jabatan yang pernah ia duduki, bukan pula pada keputusan-keputusan besar yang pernah ia buat, melainkan pada orang-orang yang berhasil ia bentuk selama masa kepemimpinannya.

Pemimpin yang matang tidak takut memiliki bawahan yang cerdas, kritis, dan berpotensi lebih baik darinya. Sebaliknya, ia justru merasa bangga melihat orang-orang yang dipimpinnya tumbuh dan berkembang.

Ia tidak menyimpan pengetahuan untuk dirinya sendiri. Ia berbagi pengalaman, menjelaskan alasan di balik setiap keputusan, serta memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk belajar mengambil tanggung jawab.

Dalam proses itulah calon pemimpin baru mulai terbentuk. Mereka tidak hanya belajar bagaimana menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga memahami cara berpikir, cara mengambil keputusan, dan cara menjaga nilai-nilai yang menjadi dasar organisasi.

Sebaliknya, organisasi yang terlalu bergantung pada satu figur pemimpin sering kali menghadapi masalah ketika terjadi pergantian kepemimpinan. Ketika pengetahuan dan keputusan selalu dipusatkan pada satu orang, maka organisasi menjadi rapuh.

Begitu orang tersebut tidak lagi berada di tempatnya, sistem yang ada ikut kehilangan arah. Oleh karena itu, menyiapkan generasi penerus tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba.

Ia harus menjadi bagian dari proses kepemimpinan sehari-hari. Pemimpin perlu memberi ruang bagi bawahannya untuk belajar, mencoba, bahkan melakukan kesalahan. Kesalahan yang diarahkan dengan baik sering kali justru menjadi proses pembelajaran yang paling berharga.

Pada akhirnya, kepemimpinan bukan sekadar tentang memimpin orang lain. Tetapi tentang membangun manusia yang kelak mampu memimpin. Ketika seorang pemimpin berhasil melahirkan banyak pemimpin baru, maka sesungguhnya ia telah meninggalkan warisan yang jauh lebih berharga daripada sekadar prestasi pribadi.

Dalam tradisi kebijaksanaan Jawa terdapat pemahaman yang sederhana namun mendalam: pemimpin yang besar bukanlah mereka yang berdiri paling lama di depan, melainkan mereka yang mampu membuat banyak orang lain siap berdiri di tempat yang sama.

Karena itu, jika suatu hari seorang pemimpin harus meninggalkan jabatannya dan organisasi tetap berjalan dengan baik bahkan berkembang lebih baik dari sebelumnya, maka saat itulah ia telah meninggalkan warisan kepemimpinan yang sesungguhnya.

STAY IN THE LOOP

Subscribe to our free newsletter.

Don’t have an account yet? Get started with a 12-day free trial

Leave A Comment

Related Posts

  • NGANJUK – Suasana hari Minggu (9/8/2026) pagi terasa sejuk. Semilir angin tipis yang berembus, menambah sejuknya udara yang terhirup. Sejuknya udara pagi itu, menjadi lecutan semangat. Terutama bagi seluruh pegawai Bank Anjuk Ladang, yang saat itu melaksanakan kegiatan kerja bakti bersama-sama. Kegiatan tersebut adalah tindak lanjut dari Surat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nganjuk No: 600.4/1164/411.000/2026

  • NGANJUK – PT BPR Anjuk Ladang Perseroda menerima piagam penghargaan dari Ikatan Jurnalis TV Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda) Mojopahit – Kelompok Kerja (Pokja) Nganjuk. Piagam tersebut diserahkan bertepatan peringatan HUT ke 28 IJTI, Minggu (9/8/2026). Penyerahan penghargaan berlangsung di kantor sekretariat IJTI Nganjuk. Organisasi profesi jurnalis TV tersebut menyerahkan apresiasi kepada Bank Anjuk Ladang

  • NGANJUK – PT BPR Anjuk Ladang Perseroda turut serta mendukung dan menyemarakkan peringatan HUT ke 28 Ikatan Jurnalis TV Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda) Majapahit – Kelompok Kerja (Pokja) Nganjuk. Dukungan itu diwujudkan dalam bentuk peminjaman sejumlah tenda kerucut pada acara peringatan HUT IJTI, Minggu (2/8/2026). Tenda kerucut dengan tulisan dan logo Bank Anjuk Ladang

  • NGANJUK – ‘Hemat Pangkal Kaya’. Peribahasa itu masih sangat relevan hingga saat ini. Siapa yang berhemat, maka akan merasakan nikmatnya hasil ketika sudah cukup terkumpul. Dengan semangat tersebut, PT BPR Anjuk Ladang Perseroda intens mengajak masyarakat rajin menabung. Terutama bagi para siswa-siswi usia sekolah agar tidak boros dengan uang sakunya. Salah satu produk jasa keuangan